Rabu, 21 Desember 2016

Oktober Berbicara
Oleh Intan Haniya Ulfah

Bulan Oktober merupakan salah satu bulan bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia selain bulan Agustus atau bulan-bulan lainnya. Bulan yang sangat berarti khususnya untuk para pemuda Indonesia. Pada saat itu para pemuda Indonesia berkomitmen demi tanah air yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Sumpah Pemuda sangat penting bagi Indonesia. Pemuda Indonesia banyak memberikan kontribusi terhadap perjuangan bangsa. Banyaknya peran pemuda Indonesia membawa bangsa Indonesia kea rah yang lebih baik dan dapat menjadi tulang punggung bangsa. Perubahan telah banyak terjadi dengan bantuan para pemuda. Banyak juga negara yang mengalami perubahan yang dilakukan oleh pemuda.
Setiap butir dari Sumpah Pemuda dapat mempertegas dan memperkokoh jati diri bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda juga harus tersimpan di hati para pemuda Indonesia untuk dijadikan semangat dalam melangkah. Semangat yang akan dijadikan bekal untuk masa depan seluruh pemuda agar dapat menggapai cita-cita bangsa. bekal itu selanjutnya akan disatukan menjadi sebuah komitmen sebagai satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa universal yaitu bahasa Indonesia yang disatukan dalam Sumpah Pemuda.
Banyak event pada bulan Oktober yang memiliki arti tersendiri bagi bangsa Indonesia. Seperti Gebyar Bulan Bahasa yang diadakan di Universitas PGRI Semarang baru-baru ini. Gebyar Bulan Bahasa merupakan acara yang diadakan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober. Acara ini bertemakan “Bahasa dan Budaya dalam Sinergi Nusantara”. Mengapa setiap bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa dan mengapa tidak bulan-bulan lainnya? Hal ini dikarenakan bulan Oktober terdapat hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.
Semua itu karena bulan Oktober adalah bulan istimewa di mana pada saat itu para pemuda dan pemudi Indonesia mengucapkan sumpah yang terus dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Pada Sumpah Pemuda poin ke tiga menjadi alasan mengapa Bulan Bahasa diperingati setiap bulan Oktober.
            Bulan Bahasa Universitas PGRI Semarang memiliki serangkaian acara. Seperti Drama Komedi yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2016 di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, Kemah Sastra pada 15 Ontober 2016 di Bumi Perkemahan  Karanggeneng, Lomba Stand Up Comedy antar mahasiswa perguruan tinggi se-Jawa Tengah, Seminar Nasional, Lomba Pidato Bahasa Inggris, Bahasa jawa, dan bahasa Indonesia antar mahasiswa se-Jawa Tengah, UPGRIS Bersastra tentang 3 buku, 3 pembaca, 3 kritikus, 1 pengarang. Acara ini berisi tentang 3 orang kritikus yag mengkritik 3 buah buku karya Triyanto Triwikromo. Ada juga lomba pidato dan lagu nusantara tingkat SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah. Selain itu pada puncak rangkaian Gebyar Bulan Bahasa yang dilaksanakan pda tanggal 27 Oktober 2016 diadakan festival budaya yang sangat meriah.
            Sebelum acara dimulai, para mahasiswa sudah memenuhi Balairung Universitas PGRI Semarang. Para dosen maupun para mahasiswa memakai pakaian adat saat menghadiri acara tersebut. Semua penonton sangat antusias menantikan acara dimulai.
            Adanya penampilan beberapa mahasiswa menandai akan dimulainya acara. Suara merdu dari seorang mahasiswa membuat penonton menjadi hening dan bahkan ikut bernyanyi. Setelah menyanyikan beberapa lagu, beberapa mahasiswa menampilkan perkusi sekaligus dibukanya festival budaya UPGRIS 2016 oleh Rektor Universitas PGRI Semarang.
            Para mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara tersebut sangat antusias. Berbagai macam pernak-pernik menghiasi tubuh mereka. Ada yang mengenakan selendang, topi, sarung, dan segala macam lainnya. Ekspresi mereka rasanya sudah tidak sabar ingin menampilkan sesuatu yang telah mereka persiapkan sebelumnya di depan Rektor, dosen, dan para mahasiswa lainnya yang hadir pada saat itu.
            Mahasiswa yang berpartisipasi pada hari itu menampilkan tari kreasi. Beberapa ada yang menampilkannya dengan sungguh-sungguh, sampai mereka memakai kostum Barongan dan Reog. Ada juga yang menampilkan biasa-biasa saja. Tetapi semua kontestan cukup menghibur hari itu.
            28 Oktober 2016 yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, ada lagi satu acara untuk memperingati hari Sumpah Pemuda yang bertemakan “Ingat! Pemuda Akar Bangasa”. Acara ini  dilaksanakan di Parkiran Gedung Utama Universitas PGRI Semarang pada pukul 09.00 WIB. Acara ini berisi tentang orasi-orasi dari para mahasiswa di Universitas PGRI Semarang. Para mahasiswa sangat semangat untuk menyampaikan orasinya di tengah lapangan. Dibelakangnya terdapat panggung dengan dekorasi yang unik. Di atas panggung tersebut dihiasi dengan ranting-ranting pohon yang membentuk suatu pola yang cukup sulit ditebak bentuk apa itu. Di depan ranting-ranting itu ada sebuah papan tulis yang bertuliskan teks Sumpah Pemuda. Di sekitar papan tulis terdapat para mahasiswa yang mengilustrasikan apa yang terjadi saat Sumpah Pemuda itu berlangsung.
            Sebenarnya serangkaian acara yang diselenggarakan pada saat itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan para pendahulu yang senantiasa didukung oleh para pemuda Indonesia. Kita hanya dapat menikmati apa yang sudah diperjuangkan sampai rela kehilangan nyawa demi negara ini. Tetapi, perjuangan yang sesungguhnya akan dimulai pada masa sekarang ini. Di mana bangsa ini akan memerangi bangsanya sendiri.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar