Oktober Berbicara
Oleh Intan Haniya Ulfah
Bulan
Oktober merupakan salah satu bulan bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia
selain bulan Agustus atau bulan-bulan lainnya. Bulan yang sangat berarti
khususnya untuk para pemuda Indonesia. Pada saat itu para pemuda Indonesia berkomitmen
demi tanah air yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Sumpah
Pemuda sangat penting bagi Indonesia. Pemuda Indonesia banyak memberikan
kontribusi terhadap perjuangan bangsa. Banyaknya peran pemuda Indonesia membawa
bangsa Indonesia kea rah yang lebih baik dan dapat menjadi tulang punggung
bangsa. Perubahan telah banyak terjadi dengan bantuan para pemuda. Banyak juga
negara yang mengalami perubahan yang dilakukan oleh pemuda.
Setiap
butir dari Sumpah Pemuda dapat mempertegas dan memperkokoh jati diri bangsa
Indonesia. Sumpah Pemuda juga harus tersimpan di hati para pemuda Indonesia
untuk dijadikan semangat dalam melangkah. Semangat yang akan dijadikan bekal
untuk masa depan seluruh pemuda agar dapat menggapai cita-cita bangsa. bekal
itu selanjutnya akan disatukan menjadi sebuah komitmen sebagai satu tanah air,
satu bangsa, dan satu bahasa universal yaitu bahasa Indonesia yang disatukan
dalam Sumpah Pemuda.
Banyak
event pada bulan Oktober yang
memiliki arti tersendiri bagi bangsa Indonesia. Seperti Gebyar Bulan Bahasa
yang diadakan di Universitas PGRI Semarang baru-baru ini. Gebyar Bulan Bahasa
merupakan acara yang diadakan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober. Acara
ini bertemakan “Bahasa dan Budaya dalam Sinergi Nusantara”. Mengapa setiap
bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Bahasa dan mengapa tidak bulan-bulan
lainnya? Hal ini dikarenakan bulan Oktober terdapat hari Sumpah Pemuda yang
diperingati setiap tanggal 28 Oktober.
Semua
itu karena bulan Oktober adalah bulan istimewa di mana pada saat itu para
pemuda dan pemudi Indonesia mengucapkan sumpah yang terus dikenang oleh seluruh
rakyat Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Pada Sumpah Pemuda poin ke tiga menjadi
alasan mengapa Bulan Bahasa diperingati setiap bulan Oktober.
Bulan Bahasa Universitas PGRI
Semarang memiliki serangkaian acara. Seperti Drama Komedi yang dilaksanakan
pada 11 Oktober 2016 di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, Kemah Sastra
pada 15 Ontober 2016 di Bumi Perkemahan
Karanggeneng, Lomba Stand Up Comedy
antar mahasiswa perguruan tinggi se-Jawa Tengah, Seminar Nasional, Lomba Pidato
Bahasa Inggris, Bahasa jawa, dan bahasa Indonesia antar mahasiswa se-Jawa
Tengah, UPGRIS Bersastra tentang 3 buku, 3 pembaca, 3 kritikus, 1 pengarang.
Acara ini berisi tentang 3 orang kritikus yag mengkritik 3 buah buku karya
Triyanto Triwikromo. Ada juga lomba pidato dan lagu nusantara tingkat
SMA/SMK/MA se-Jawa Tengah. Selain itu pada puncak rangkaian Gebyar Bulan Bahasa
yang dilaksanakan pda tanggal 27 Oktober 2016 diadakan festival budaya yang
sangat meriah.
Sebelum acara dimulai, para
mahasiswa sudah memenuhi Balairung Universitas PGRI Semarang. Para dosen maupun
para mahasiswa memakai pakaian adat saat menghadiri acara tersebut. Semua
penonton sangat antusias menantikan acara dimulai.
Adanya penampilan beberapa mahasiswa
menandai akan dimulainya acara. Suara merdu dari seorang mahasiswa membuat
penonton menjadi hening dan bahkan ikut bernyanyi. Setelah menyanyikan beberapa
lagu, beberapa mahasiswa menampilkan perkusi sekaligus dibukanya festival
budaya UPGRIS 2016 oleh Rektor Universitas PGRI Semarang.
Para mahasiswa yang berpartisipasi
dalam acara tersebut sangat antusias. Berbagai macam pernak-pernik menghiasi
tubuh mereka. Ada yang mengenakan selendang, topi, sarung, dan segala macam
lainnya. Ekspresi mereka rasanya sudah tidak sabar ingin menampilkan sesuatu
yang telah mereka persiapkan sebelumnya di depan Rektor, dosen, dan para
mahasiswa lainnya yang hadir pada saat itu.
Mahasiswa yang berpartisipasi pada
hari itu menampilkan tari kreasi. Beberapa ada yang menampilkannya dengan
sungguh-sungguh, sampai mereka memakai kostum Barongan dan Reog. Ada juga yang
menampilkan biasa-biasa saja. Tetapi semua kontestan cukup menghibur hari itu.
28 Oktober 2016 yang bertepatan
dengan hari Sumpah Pemuda, ada lagi satu acara untuk memperingati hari Sumpah
Pemuda yang bertemakan “Ingat! Pemuda Akar Bangasa”. Acara ini dilaksanakan di Parkiran Gedung Utama
Universitas PGRI Semarang pada pukul 09.00 WIB. Acara ini berisi tentang orasi-orasi
dari para mahasiswa di Universitas PGRI Semarang. Para mahasiswa sangat
semangat untuk menyampaikan orasinya di tengah lapangan. Dibelakangnya terdapat
panggung dengan dekorasi yang unik. Di atas panggung tersebut dihiasi dengan
ranting-ranting pohon yang membentuk suatu pola yang cukup sulit ditebak bentuk
apa itu. Di depan ranting-ranting itu ada sebuah papan tulis yang bertuliskan
teks Sumpah Pemuda. Di sekitar papan tulis terdapat para mahasiswa yang
mengilustrasikan apa yang terjadi saat Sumpah Pemuda itu berlangsung.
Sebenarnya serangkaian acara yang
diselenggarakan pada saat itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan
perjuangan para pendahulu yang senantiasa didukung oleh para pemuda Indonesia.
Kita hanya dapat menikmati apa yang sudah diperjuangkan sampai rela kehilangan
nyawa demi negara ini. Tetapi, perjuangan yang sesungguhnya akan dimulai pada
masa sekarang ini. Di mana bangsa ini akan memerangi bangsanya sendiri.